Rencana Keselamatan Abadi: Doktrin Perjanjian Anugerah (Covenant of Grace)

Alkitab adalah kisah tentang Allah Bapa yang berinteraksi dengan umat manusia melalui perjanjian (covenant). Ada berbagai perjanjian (dengan Nuh, Abraham, Musa, Daud), tetapi teologi reformasi melihat semua perjanjian ini sebagai manifestasi dari satu rencana besar Allah Bapa: Perjanjian Anugerah (Covenant of Grace). Doktrin ini mengajarkan bahwa sejak kejatuhan Adam, Allah Bapa selalu menawarkan keselamatan hanya melalui iman dan anugerah, yang semuanya digenapi dalam Tuhan Yesus Kristus.

1. Perjanjian Anugerah vs. Perjanjian Perbuatan

Untuk memahami Perjanjian Anugerah, kita harus membandingkannya dengan Perjanjian Perbuatan (Covenant of Works), yaitu perjanjian awal di Taman Eden.

  • Perjanjian Perbuatan: Hidup dan kebahagiaan bersyarat pada ketaatan sempurna Adam (melakukan). Kegagalan Adam membawa kematian dan dosa pada semua manusia.
  • Perjanjian Anugerah: Allah Bapa menawarkan hidup kekal kepada orang berdosa melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus (menerima). Keselamatan tidak bersyarat pada perbuatan kita, tetapi pada anugerah Allah Bapa yang disediakan melalui ketaatan sempurna Kristus.

2. Kesatuan Perjanjian Sepanjang Sejarah

Meskipun terdapat Perjanjian yang berbeda dalam Alkitab, semuanya adalah langkah-langkah dalam manifestasi tunggal dari Perjanjian Anugerah:

Perjanjian Eden

  • Karakteristik: Janji bahwa keturunan wanita akan meremukkan kepala ular.
  • Fokus Utama: Benih Penebus (Protoevangelium).

Perjanjian Nuh

  • Karakteristik: Anugerah yang menyelamatkan umat manusia dari penghakiman air.
  • Fokus Utama: Pemeliharaan dan kesempatan baru bagi manusia.

Perjanjian Abraham

  • Karakteristik: Janji tanah, keturunan, dan berkat bagi semua bangsa melalui benihnya (Kristus).
  • Fokus Utama: Iman dan janji sebagai landasan teologis.

Perjanjian Musa (Hukum Taurat)

  • Karakteristik: Hukum yang menunjukkan dosa dan kebutuhan akan Kristus.
  • Fokus Utama: Mempersiapkan jalan bagi Kristus dan menyingkapkan dosa.

Perjanjian Daud

  • Karakteristik: Janji takhta yang kekal melalui keturunannya.
  • Fokus Utama: Kerajaan Kristus yang abadi.

Perjanjian Baru (Yesus Kristus)

  • Karakteristik: Penggenapan total dari semua janji melalui darah Kristus.
  • Fokus Utama: Keselamatan dan pembaruan hati oleh Roh Kudus.

Semua perjanjian ini, bahkan Taurat Musa (yang sering disalahartikan sebagai “perbuatan”), pada dasarnya menunjuk kepada satu penyelamat: Tuhan Yesus Kristus.

3. Jaminan dan Implikasi Doktrin

Memahami Doktrin Perjanjian Anugerah memberikan jaminan yang kuat:

  • Konsistensi Allah Bapa: Allah Bapa tidak pernah berubah-ubah. Ia tidak pernah menyelamatkan dengan dua cara (perbuatan di Perjanjian Lama dan anugerah di Perjanjian Baru). Ia selalu menyelamatkan melalui anugerah yang diterima melalui iman kepada Kristus (baik yang akan datang, maupun yang sudah datang).
  • Kesatuan Umat Allah Bapa: Umat Allah Bapa di Perjanjian Lama (Israel) dan Perjanjian Baru (Gereja) pada dasarnya adalah satu umat yang diselamatkan melalui janji anugerah yang sama.
  • Kesempurnaan Kristus: Tuhan Yesus Kristus memenuhi semua tuntutan Perjanjian Perbuatan yang gagal dilakukan Adam, dan Ia menggenapi semua janji Perjanjian Anugerah.

Doktrin Perjanjian Anugerah adalah kisah cinta abadi Allah Bapa kepada umat-Nya, sebuah janji yang dibuat di awal waktu dan diteguhkan dengan darah Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita hidup hari ini dalam kepastian dan kedamaian, karena keselamatan kita tidak didasarkan pada seberapa baik kita menaati, tetapi pada anugerah dan kesetiaan Raja Perjanjian kita.

Alunea
Alunea

Menulis tentang iman Kristen, pergumulan hidup, dan perjalanan rohani di Alunea.id. Percaya bahwa firman Tuhan relevan untuk kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk dibaca, tapi dihidupi.

×