Harapan di Balik Pegunungan: Kisah Iman Gladys Aylward

Panggilan yang Diremehkan
Gladys Aylward hanyalah seorang pelayan rumah tangga di Inggris yang dianggap “tidak memenuhi syarat” oleh lembaga misi karena latar belakang pendidikannya yang minim. Namun, di dalam hatinya, Allah Bapa telah menanamkan kasih yang sangat besar untuk bangsa Tiongkok. Tanpa dukungan organisasi besar, ia mengumpulkan uangnya sendiri dan menempuh perjalanan berbahaya melintasi Siberia hanya dengan kereta api untuk mencapai Tiongkok utara. Gladys adalah bukti bahwa Allah tidak memanggil orang yang merasa mampu, melainkan memampukan orang yang bersedia menjawab panggilan-Nya dengan iman yang murni.
Perjalanan Sejauh Seratus Mil
Ujian iman terbesar bagi Gladys terjadi ketika perang pecah di Tiongkok. Sebagai seorang ibu bagi ratusan anak yatim piatu di panti asuhannya, ia harus membuat keputusan sulit demi masa depan anak-anak tersebut. Di tengah ancaman serangan musuh, Gladys memimpin hampir 100 anak berjalan kaki melewati pegunungan yang terjal selama 27 hari tanpa perbekalan yang cukup. Mereka harus tidur di gua-gua dan memanjat tebing dengan harapan mencapai daerah yang aman. Di saat kelelahan hampir mematahkan semangatnya, Gladys terus bersandar pada kekuatan Tuhan Yesus Kristus, mengingatkan anak-anaknya bahwa Tuhan yang membelah Laut Teberau juga sanggup membuka jalan bagi mereka.
Iman di Tengah Keterbatasan
Selama perjalanan tersebut, ada satu momen di mana seorang anak bertanya apakah Tuhan akan menyelamatkan mereka seperti Ia menyelamatkan bangsa Israel. Gladys menjawab dengan jujur bahwa meskipun ia bukan nabi Musa, Allah yang menyertai Musa adalah Allah yang sama yang sedang berjalan bersama mereka saat ini. Mukjizat demi mukjizat terjadi; mereka mendapatkan makanan dari penduduk desa yang tidak terduga dan berhasil menyeberangi sungai kuning yang luas tepat sebelum tentara musuh tiba. Perjalanan sejauh seratus mil itu berakhir dengan selamat tanpa kehilangan satu anak pun, sebuah kemenangan iman yang menggemparkan banyak orang.
Menatap Esok Bersama Tuhan
Kisah Gladys Aylward mengajarkan kita bahwa masa depan yang penuh harapan sering kali harus dicapai melalui perjalanan yang melelahkan dan penuh tantangan. Sering kali, kita merasa seperti Gladys—kecil, tidak berdaya, dan terjepit di antara pegunungan masalah. Namun, seperti halnya penyertaan Tuhan bagi Gladys dan anak-anak yatim itu, demikian pula Tuhan berjanji untuk menyertai setiap langkah kita menuju tahun yang baru. Jika Allah sanggup membawa seratus anak selamat melewati pegunungan di tengah peperangan, Ia juga sanggup membawa Anda melewati segala ketidakpastian di masa depan. Mari masuki hari esok dengan keberanian, tahu bahwa Allah Bapa sedang berjalan di depan kita.




