Menghidupi Kasih Persaudaraan di Tahun yang Baru

Membangun Fondasi Hubungan

Awal tahun biasanya menjadi waktu yang sibuk dengan berbagai perencanaan dan target pekerjaan. Di tengah hiruk-pikuk ini, sering kali hubungan personal dengan sesama menjadi terabaikan atau sekadar formalitas. Namun, Alkitab menekankan bahwa tanda pengenal utama murid Kristus adalah kasih persaudaraan. “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yohanes 13:35). Menghidupi kasih persaudaraan bukan berarti hidup tanpa konflik, melainkan tentang bagaimana kita memilih untuk menyelesaikan perbedaan dengan kasih dan menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi.

Mendengarkan dengan Hati

Salah satu bentuk kasih yang paling nyata dan sederhana di era digital ini adalah kesediaan untuk mendengarkan. Banyak orang di sekitar kita mungkin sedang memulai tahun ini dengan kekhawatiran atau beban yang tidak terlihat. Mengasihi secara praktis berarti memberikan waktu kita sepenuhnya saat seseorang berbicara, tanpa terganggu oleh gawai atau keinginan untuk segera menghakimi. Yesus sering kali menunjukkan kasih-Nya dengan berhenti sejenak dari perjalanan-Nya hanya untuk mendengarkan keluhan satu orang. Di tahun 2026 ini, mari kita berkomitmen untuk menjadi pendengar yang baik bagi saudara seiman dan sesama kita, karena sering kali, kehadiran yang penuh perhatian jauh lebih berharga daripada nasihat yang panjang lebar.

Saling Menanggung Beban

Rasul Paulus menasihati kita dalam Galatia 6:2 untuk “bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu”. Di awal tahun, beban bisa berupa tekanan pekerjaan yang baru atau masalah keluarga yang belum selesai. Kasih persaudaraan menuntut kita untuk peka terhadap kebutuhan orang lain. Ini bisa berupa bantuan doa yang tekun, dukungan moril, atau bantuan materi jika diperlukan. Jangan menunggu sampai seseorang meminta bantuan; jadilah proaktif untuk menawarkan tangan. Ketika komunitas Kristen hidup dalam praktik saling menopang, maka dunia akan melihat sebuah harapan yang nyata. Kasih seperti ini tidak hanya menguatkan yang dibantu, tetapi juga memperkaya rohani mereka yang memberi.

Mengampuni dan Melupakan

Mustahil membicarakan kasih tanpa membicarakan pengampunan. Mungkin ada luka dari tahun lalu yang masih terasa perih. Menghidupi kasih di tahun yang baru berarti berani mengambil keputusan untuk melepaskan pengampunan. Allah Bapa telah mengampuni kita tanpa batas, dan itulah standar yang harus kita terapkan kepada sesama. Pengampunan adalah “hadiah” yang kita berikan kepada diri sendiri agar kita bisa melangkah maju tanpa beban masa lalu. Mari kita jadikan Januari 2026 sebagai bulan rekonsiliasi. Hubungilah kembali orang-orang yang hubungannya sedang renggang dengan Anda, mulailah dengan sapaan kasih, dan biarkan damai sejahtera Kristus merestorasi setiap hubungan yang rusak.

Berbagi
×