Terang di Tengah Kegelapan: Perjuangan Iman Mary Slessor

Panggilan dari Pabrik Tekstil
Mary Slessor lahir dalam kemiskinan di Skotlandia dan menghabiskan masa mudanya bekerja berjam-jam di pabrik tekstil yang bising. Namun, di tengah kepenatan kerja fisiknya, hatinya dipenuhi dengan gairah untuk melayani Allah Bapa di tempat yang paling sulit. Terinspirasi oleh David Livingstone, Mary memutuskan untuk pergi ke Calabar, Nigeria—sebuah wilayah yang saat itu dikenal sangat berbahaya bagi orang asing. Banyak yang meragukan kemampuannya karena ia hanyalah seorang wanita sederhana tanpa pendidikan formal yang tinggi. Namun, Mary tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak mencari orang yang hebat, melainkan orang yang bersedia menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk misi-Nya.
Melawan Tradisi Kejam
Setibanya di Afrika, Mary tidak hanya mewartakan Injil melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata yang menantang maut. Di wilayah Okoyong, terdapat tradisi yang sangat kejam di mana bayi kembar dianggap sebagai kutukan dan dibuang atau dibunuh sesaat setelah lahir. Dengan keberanian yang supranatural, Mary mulai menyelamatkan bayi-bayi ini dan merawat mereka di rumahnya sendiri. Ia hidup bersama penduduk asli, mempelajari bahasa mereka, dan menunjukkan bahwa kasih Kristus lebih kuat daripada ketakutan akan takhayul. Sering kali ia harus berdiri di antara suku-suku yang sedang berperang hanya dengan sebuah Alkitab di tangannya, menjadi pembawa damai yang dihormati bahkan oleh para kepala suku yang paling ganas.
Menjadi Ibu bagi Bangsa-bangsa
Mary Slessor dikenal sebagai “Ibu dari Segala Orang” karena ia mengabdikan sisa hidupnya untuk memperbaiki kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ia membangun sekolah, rumah sakit, dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia tidak memaksakan budaya Barat, melainkan menanamkan nilai-nilai Kerajaan Allah ke dalam budaya setempat. Meskipun sering menderita karena penyakit tropis dan kesepian, ia tidak pernah menyesal. Kekuatannya berasal dari waktu-waktu doa yang panjang dan ketergantungan total pada Roh Kudus. Mary membuktikan bahwa satu nyawa yang diserahkan ke tangan Allah dapat mengubah masa depan sebuah bangsa.
Inspirasi untuk Langkah Kita
Kisah Mary Slessor mengingatkan kita di awal tahun 2026 ini bahwa tidak ada latar belakang yang terlalu sederhana dan tidak ada rintangan yang terlalu besar bagi Tuhan. Mungkin kita merasa “kecil” atau tidak memiliki banyak sumber daya untuk melakukan hal besar bagi Tuhan tahun ini. Namun, keberanian Mary muncul dari ketaatannya yang sederhana hari demi hari. Mari kita tanyakan pada diri sendiri: “Tradisi” atau kebiasaan buruk apa di sekitar kita yang perlu kita ubah dengan kasih Kristus? Jadilah terang di lingkungan Anda masing-masing. Percayalah bahwa saat Anda berani melangkah dalam iman untuk membela kebenaran Allah Bapa, Ia akan menyertai Anda dengan otoritas dan kuasa-Nya yang luar biasa.




