Mencari Hikmat di Atas Segalanya: Bedah Amsal 2:6

Pengetahuan vs. Hikmat

Di era informasi tahun 2026 ini, kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang apa pun hanya dalam hitungan detik. Namun, pengetahuan (data) sangat berbeda dengan hikmat (kemampuan untuk menerapkan kebenaran dalam situasi hidup). Dunia menawarkan banyak teori tentang kesuksesan, tetapi Alkitab menawarkan sesuatu yang lebih mendasar. Amsal 2:6 menyatakan dengan tegas: “Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa hikmat sejati bukanlah hasil dari IQ yang tinggi atau pengalaman bertahun-tahun semata, melainkan merupakan karunia langsung dari Allah Bapa.

Sumber yang Tak Pernah Kering

Mengapa dikatakan bahwa hikmat datang “dari mulut-Nya”? Ini menunjukkan bahwa hikmat berkaitan erat dengan Firman Tuhan yang diucapkan. Alkitab adalah kumpulan hikmat Allah yang dibukukan bagi kita. Ketika kita membaca dan merenungkan Firman-Nya, kita sebenarnya sedang mendengar suara Tuhan Yesus Kristus yang membimbing kita. Di tengah kebingungan dunia saat ini, memiliki hikmat dari Tuhan seperti memiliki GPS rohani yang akurat. Kepandaian manusia bisa menyesatkan atau kedaluwarsa, tetapi hikmat yang datang dari Tuhan tetap relevan sepanjang zaman karena Ia melihat masa depan dengan sempurna.

Bagaimana Mendapatkan Hikmat?

Ayat ini adalah bagian dari rangkaian instruksi untuk mencari hikmat “seperti mencari perak” dan “seperti mengejar harta terpendam”. Artinya, hikmat tidak diberikan kepada orang yang pasif. Allah Bapa senang memberikannya kepada mereka yang haus dan lapar akan kebenaran-Nya. Kita mendapatkan hikmat melalui doa yang tekun—seperti yang dilakukan Salomo—dan melalui ketaatan untuk melakukan apa yang sudah kita ketahui. Saat kita melangkah dalam ketaatan, Tuhan akan menambahkan lebih banyak pengetahuan dan kepandaian. Hikmat ini akan menjaga kita dari jalan yang sesat dan memberikan ketenangan saat kita harus mengambil keputusan sulit.

Aplikasi: Menavigasi Tahun 2026

Dalam menjalani hari-hari di tahun 2026 ini, janganlah kita hanya mengandalkan logika atau tren dunia. Setiap pagi, mintalah hikmat secara spesifik kepada Tuhan Yesus Kristus untuk tugas-tugas Anda. Jika Anda seorang pemimpin, mintalah hikmat untuk memimpin dengan kasih. Jika Anda seorang mahasiswa, mintalah kepandaian untuk belajar bagi kemuliaan-Nya. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pelit dalam membagikan hikmat-Nya. Ia rindu memberikan kepada kita “mulut dan hikmat” yang tidak dapat ditentang oleh lawan-lawan kita. Bersandarlah pada Sumber hikmat yang tak terbatas ini, maka perjalanan Anda di minggu ini akan menjadi perjalanan yang penuh arti dan terarah.

Berbagi
×