Lebih dari Sekadar Nama: Memahami Arti Nama Yesus dan Gelar Kristus

Identitas di Balik Palungan

Bagi banyak orang, “Yesus Kristus” terdengar seperti nama depan dan nama belakang dalam pengertian modern. Namun, dalam tradisi biblika dan sejarah kekristenan, kedua kata ini membawa bobot teologis yang sangat besar. Nama Yesus diberikan melalui petunjuk malaikat sebelum kelahiran-Nya, sementara gelar Kristus adalah pengakuan iman atas jabatan-Nya. Memahami arti di balik sebutan ini membantu kita mengerti mengapa kelahiran bayi di Bethlehem itu mengubah jalannya sejarah dunia. Setelah perayaan Natal, mari kita luangkan waktu untuk benar-benar mengenal siapa Pribadi yang kita sembah melalui makna nama-Nya yang kudus.

Nama Yesus: “Tuhan Adalah Keselamatan”

Nama “Yesus” berasal dari bahasa Yunani Iesous, yang merupakan adaptasi dari nama Ibrani Yeshua atau Yosua. Arti dari nama ini sangat spesifik: “Yahweh (Tuhan) menyelamatkan” atau “Tuhan adalah keselamatan”. Malaikat Gabriel dengan jelas menginstruksikan Yusuf, “Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Matius 1:21). Nama ini bukan sekadar identitas sosial, melainkan deklarasi misi. Setiap kali kita menyebut nama Yesus, kita sebenarnya sedang memproklamirkan bahwa keselamatan manusia bukan berasal dari usaha mandiri atau agama, melainkan murni merupakan inisiatif dan tindakan penyelamatan dari Allah Bapa sendiri.

Gelar Kristus: “Sang Mesias yang Diurapi”

Berbeda dengan Yesus, kata “Kristus” bukanlah nama pribadi, melainkan sebuah gelar atau jabatan. Berasal dari kata Yunani Christos, yang merupakan terjemahan dari kata Ibrani Mashiach atau “Mesias”. Keduanya berarti “Yang Diurapi”. Dalam Perjanjian Lama, pengurapan adalah ritual untuk menetapkan seseorang pada jabatan khusus, yaitu sebagai Nabi, Imam, atau Raja. Dengan menyebut Yesus sebagai “Kristus”, kita mengakui bahwa Dia adalah penggenapan dari segala nubuat para nabi; Dialah Raja di atas segala raja, Imam Besar yang mempersembahkan diri-Nya, dan Nabi yang membawa firman Allah yang sempurna. Penyatuan nama dan gelar menjadi “Yesus Kristus” menegaskan bahwa Sang Penyelamat itu adalah satu-satunya Pribadi yang diutus secara resmi oleh Allah.

Relevansi Bagi Iman Kita Hari Ini

Mengapa pemahaman ini penting? Karena nama dan gelar ini memberikan kepastian bagi iman kita. Ketika kita berseru dalam nama Yesus, kita berseru kepada Pribadi yang memiliki otoritas untuk menyelamatkan kita dari kuasa dosa yang mematikan. Ketika kita mengakui Dia sebagai Kristus, kita menundukkan diri di bawah kepemimpinan-Nya sebagai Raja dalam setiap aspek kehidupan kita. Nama Yesus memberikan kita pengharapan, sementara gelar Kristus memberikan kita arah dan otoritas. Marilah kita tidak hanya merayakan kelahiran-Nya, tetapi juga hidup dalam ketaatan kepada Sang Penyelamat yang telah diurapi untuk menebus dan memerintah atas hidup kita selamanya.

Berbagi
×