Bedah Ayat: Seni Berkomunikasi yang Memulihkan (Amsal 15:1-4)

Kedalaman Makna Amsal 15

Kitab Amsal sering kali disebut sebagai kitab hikmat praktis. Dalam pasal 15, Raja Salomo memberikan perhatian khusus pada lidah. Mengapa? Karena lidah adalah jendela hati. Apa yang keluar dari mulut kita adalah cerminan dari apa yang berlimpah di dalam hati kita. Ayat 1-4 memberikan kontras yang tajam antara lidah orang bijak dan lidah orang bebal. Di tahun 2026 yang serba cepat ini, di mana orang sangat mudah berkomentar negatif di dunia maya, ayat ini menjadi filter yang sangat penting bagi iman kita.

Lidah Sebagai “Pohon Kehidupan”

Ayat 4 mengatakan: “Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” Ini adalah metafora yang luar biasa. Sebuah pohon memberikan keteduhan, oksigen, dan buah. Demikian pula, kata-kata yang lembut dan jujur dapat memberikan kehidupan bagi jiwa yang sedang layu. Sebaliknya, kata-kata yang tajam atau menipu (“curang”) digambarkan dapat “melukai hati” atau dalam bahasa aslinya berarti mematahkan semangat. Sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, lidah kita seharusnya menjadi instrumen penyembuhan, bukan senjata penghancur.

Hikmat dalam Pengetahuan

Ayat 2 mencatat: “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan yang tepat.” Menjadi bijak bukan hanya tentang tahu banyak hal, tetapi tahu kapan dan bagaimana menyampaikannya. Pengetahuan yang disampaikan dengan kasar sering kali ditolak, tetapi kebenaran yang disampaikan dengan kasih akan diterima. Allah Bapa menghendaki kita untuk tidak hanya berbicara tentang kebenaran, tetapi membungkus kebenaran itu dengan kasih karunia.

Refleksi untuk Komunitas Alunea

Di alunea.id, kita rindu membangun komunitas yang kata-katanya “penuh kasih” dan “jangan hambar”. Setiap kali kita mengetik komentar, mengirim pesan, atau berbicara langsung, tanyakanlah tiga hal ini pada diri sendiri:

  1. Apakah ini benar?
  2. Apakah ini perlu?
  3. Apakah ini disampaikan dengan kasih?

Jika salah satu jawabannya adalah “tidak”, mungkin lebih baik kita diam dan berdoa. Mari kita jadikan lidah kita sebagai saluran berkat Allah Bapa yang membawa keteduhan bagi dunia yang penuh kebisingan ini.

Alunea
Alunea

Menulis tentang iman Kristen, pergumulan hidup, dan perjalanan rohani di Alunea.id. Percaya bahwa firman Tuhan relevan untuk kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk dibaca, tapi dihidupi.

×