Tiang Awan dan Tiang Api: Kesetiaan yang Tak Pernah Meninggalkan

Perjalanan Menuju Janji

Kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir adalah salah satu narasi paling dramatis tentang transisi dan perubahan. Mereka meninggalkan apa yang mereka kenal (meskipun itu perbudakan) menuju sesuatu yang belum pernah mereka lihat (Tanah Perjanjian). Perjalanan ini tidaklah singkat dan penuh dengan rintangan alam yang mustahil ditembus oleh kekuatan manusia. Namun, Allah Bapa tidak membiarkan umat-Nya berjalan buta. Ia tahu bahwa mereka akan menghadapi panasnya siang dan dinginnya malam di padang gurun yang tandus. Perjalanan bangsa Israel ini mencerminkan perjalanan kita selama satu tahun terakhir—sebuah perpindahan dari masa lalu menuju masa depan yang dijanjikan Tuhan.

Panduan yang Sesuai Kebutuhan

Dalam Kitab Keluaran, dicatat bahwa Allah menyertai mereka dengan cara yang sangat spesifik: “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada malam hari dalam tiang api untuk menerangi mereka.” Allah Bapa memberikan apa yang mereka butuhkan tepat pada waktunya. Saat matahari padang pasir sangat terik, tiang awan menjadi pelindung yang teduh. Saat kegelapan malam membawa dingin dan ketakutan, tiang api memberikan cahaya dan kehangatan. Ini mengajarkan kita bahwa penyertaan Tuhan Yesus Kristus selalu bersifat pribadi dan tepat sasaran. Ia tidak pernah memberikan “awan” saat kita butuh “api”, dan Ia tidak pernah membiarkan kita berjalan tanpa panduan-Nya.

Kesetiaan yang Tidak Pernah Undur

Bagian yang paling indah dari kisah ini adalah kenyataan bahwa tiang-tiang itu “tidak meninggalkan tempatnya di depan bangsa itu”. Meskipun bangsa Israel sering kali bersungut-sungut, tidak taat, bahkan memberontak, kesetiaan Allah tidak bergantung pada perilaku mereka. Kasih karunia Allah jauh lebih besar daripada ketidakmampuan manusia. Tiang awan dan api itu tetap di sana sampai mereka tiba di tujuan. Di hari terakhir tahun 2025 ini, kita diingatkan bahwa meskipun mungkin ada saat-saat di mana kita meragukan Tuhan atau menjauh dari-Nya, Dia tetap setia. Kesetiaan-Nya adalah konstanta di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat.

Melangkah dengan Kepastian

Menutup tahun ini, mari kita menyadari bahwa Tuhan yang memandu bangsa Israel di padang gurun adalah Tuhan yang sama yang sedang menyertai kita saat ini. Kita tidak perlu tahu setiap detail jalan yang akan kita tempuh di tahun 2026, karena yang paling penting adalah siapa yang berjalan di depan kita. Jika tiang awan dan tiang api tidak pernah meninggalkan bangsa Israel, maka Roh Kudus pun dijanjikan tidak akan pernah meninggalkan kita. Mari kita melangkah melewati batas tahun ini dengan kepala tegak dan hati yang tenang. Percayalah bahwa Terang Kristus akan terus memandu kita, memberikan keteduhan di masa sulit dan kehangatan di masa kelam, sampai kita semua sampai di kediaman kekal yang telah Ia janjikan.

Berbagi
×