Kepemimpinan Transformatif: Kisah Nehemia: Visi, Doa, dan Kepemimpinan yang Membangun Kembali

Kisah Nehemia adalah kisah tentang bagaimana seorang juru minuman di istana Persia, yang memiliki posisi nyaman, merasa terpanggil untuk tugas yang mustahil: membangun kembali tembok Yerusalem yang telah hancur selama lebih dari satu abad. Kisahnya adalah blueprint sempurna tentang kepemimpinan yang berfokus pada Tuhan, menunjukkan bahwa gairah yang saleh dapat mengatasi setiap rintangan politik, sosial, dan fisik.
1. Visi yang Dimulai dari Hati yang Hancur
Nehemia tidak memulai dengan cetak biru arsitektur, tetapi dengan hati yang hancur (broken heart). Ketika ia mendengar kondisi Yerusalem yang memalukan (temboknya roboh, pintu gerbangnya terbakar—Nehemia 1:3), ia duduk, menangis, berpuasa, dan berdoa.
- Pelajaran: Visi yang sejati selalu dimulai dengan empati terhadap apa yang menghancurkan hati Allah Bapa dan diikuti oleh doa yang gigih. Nehemia membawa masalah bangsa ke hadapan Allah Bapa sebelum membawanya ke hadapan
2. Strategi Cerdas dan Doa yang Tepat Waktu
Setelah empat bulan berdoa, Nehemia mengambil langkah iman yang berani. Ia meminta izin, perlindungan, dan bahan bangunan dari Raja Artahsasta. Ini menunjukkan bahwa iman sejati tidak meniadakan perencanaan yang cerdas. Nehemia tidak hanya berdoa; ia menyusun rencana yang sangat rinci. Ketika musuh utama mereka, Sanbalat dan Tobiah, mulai mencemooh dan mengancam untuk menyerang:
- Respons Nehemia: Ia tidak berdebat atau mundur. Ia berdoa (Nehemia 4:4), dan kemudian mengorganisir pertahanan (Nehemia 4:9). Mereka membangun dengan satu tangan dan memegang pedang dengan tangan yang lain—sebuah simbol yang kuat dari keseimbangan antara ketaatan dan kewaspadaan.
3. Mengatasi Gangguan dan Kritik Internal
Nehemia menghadapi dua jenis musuh:
- Musuh Eksternal: Ejekan dan ancaman Sanbalat (yang ingin mengalihkan fokus Nehemia).
- Musuh Internal: Kelelahan para pekerja, ketakutan, dan bahkan ketidakadilan di antara bangsanya sendiri (masalah riba di Nehemia 5).
Setiap kali ia menghadapi gangguan, Nehemia selalu kembali ke visi dan doanya. Ketika ia dicoba untuk dibujuk meninggalkan proyek, ia menjawab dengan tegas: “Aku melakukan suatu pekerjaan yang besar, tidak mungkin aku turun!” (Nehemia 6:3).
4. Penyelesaian yang Mendatangkan Kemuliaan Allah Bapa
Secara menakjubkan, tembok Yerusalem yang roboh itu selesai dalam waktu hanya lima puluh dua hari (Nehemia 6:15). Penyelesaian yang sangat cepat ini membuat musuh-musuh Nehemia gentar, karena mereka mengetahui bahwa pekerjaan itu dilakukan oleh Allah Bapa mereka. Kisah Nehemia mengingatkan kita: dengan Tangan Allah Bapa yang menyertai, tidak ada proyek, seberat apa pun, yang mustahil untuk diselesaikan.
Apa “tembok” yang perlu Anda bangun kembali hari ini? Mungkin itu pernikahan Anda, karir Anda, atau kehidupan rohani Anda yang hancur. Ambillah pelajaran dari Nehemia: Biarkan hati Anda hancur karena keadaan itu, doakan secara gigih, susun rencana yang cerdas, dan tolak semua gangguan. Percayalah bahwa Allah Bapa yang memulai pekerjaan yang baik di dalam Anda akan menyelesaikannya.




