Kisah Nicholas Winton Sang Penyelamat Ratusan Nyawa

Sebuah Liburan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1938, Nicholas Winton, seorang pialang saham muda asal Inggris, membatalkan rencana liburan skinya ke Swiss. Sebagai gantinya, ia pergi ke Praha untuk membantu seorang teman dalam pekerjaan pengungsian. Di sana, ia melihat pemandangan yang menyayat hati: ribuan keluarga yang terancam oleh invasi Nazi, berusaha menyelamatkan anak-anak mereka. Tanpa perintah dari organisasi mana pun, Winton memutuskan untuk bertindak sendiri. Ia mendirikan kantor darurat di meja makan sebuah hotel.
“Kindertransport” yang Tak Terlupakan
Selama berbulan-bulan, Winton bekerja siang dan malam. Ia memalsukan dokumen, menyuap pejabat, dan mencari keluarga angkat di Inggris yang mau menampung anak-anak ini. Ia berhasil mengatur delapan kereta api (dikenal sebagai Kindertransport) yang membawa 669 anak melintasi perbatasan menuju keselamatan. Kereta kesembilan, yang membawa 250 anak lagi, dijadwalkan berangkat pada 1 September 1939—hari di mana perang pecah. Kereta itu tidak pernah berangkat, dan hampir semua anak di dalamnya tidak selamat. Kegagalan kereta terakhir ini menjadi beban yang dipikul Winton dalam diam selama puluhan tahun.
Rahasia Selama 50 Tahun
Bagian yang paling luar biasa dari kisah ini bukanlah penyelamatannya, melainkan apa yang terjadi setelahnya. Winton kembali ke kehidupannya yang biasa, menikah, dan tidak pernah menceritakan jasanya kepada siapa pun. Baru pada tahun 1988—lima puluh tahun kemudian—istrinya menemukan sebuah buku catatan tua di loteng rumah mereka. Buku itu berisi daftar nama anak-anak yang diselamatkan dan alamat keluarga yang menampung mereka. Dunia baru mengetahui bahwa ratusan orang dewasa yang hidup saat itu berhutang nyawa pada satu pria yang merasa tidak perlu dipuji.
Pelajaran tentang Integritas Tanpa Penonton
Di era di mana setiap kebaikan sering kali dipamerkan demi “konten” atau pengakuan, Nicholas Winton adalah pengingat yang luar biasa tentang apa itu integritas sejati. Ia melakukan hal yang benar bukan agar dilihat orang, melainkan karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Pelajaran bagi kita di pertengahan Januari ini adalah: kebaikan terbesar sering kali dilakukan dalam sunyi. Jika hari ini Anda melakukan sesuatu yang baik dan tidak ada yang memberi Anda jempol atau pujian, ingatlah Winton. Cukuplah kepuasan bahwa Anda telah menjadi saluran berkat bagi orang lain. Karena pada akhirnya, dampak yang kita tinggalkan di hati manusia jauh lebih berharga daripada piala mana pun di dunia.




