Nick Vujicic: Hidup Tanpa Batas

Saat Pertanyaan Menjadi Keputusasaan
Bayangkan lahir tanpa lengan untuk memeluk orang yang Anda cintai, dan tanpa kaki untuk melangkah mengejar impian. Itulah kenyataan hidup yang dihadapi Nick Vujicic sejak lahir. Di masa kecilnya, ia mengalami perundungan yang hebat dan sempat merasa tidak memiliki masa depan. Ia terus bertanya kepada Allah Bapa, “Mengapa aku diciptakan seperti ini?” Putus asa sempat membawanya pada titik terendah, namun di sanalah ia menemukan bahwa rencana Tuhan jauh lebih besar dari sekadar fisik yang lengkap.
Menemukan Tujuan dalam Yohanes 9
Titik balik hidup Nick Vujicic terjadi ketika ia membaca kisah tentang orang yang buta sejak lahir dalam Yohanes 9. Murid-murid bertanya siapa yang berdosa, namun Tuhan Yesus menjawab bahwa hal itu terjadi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia. Nick menyadari bahwa ia tidak butuh tangan dan kaki untuk menjadi saluran berkat; ia hanya butuh hati yang berserah kepada Roh Kudus. Sejak saat itu, ia berhenti meratapi apa yang tidak ia miliki dan mulai mensyukuri apa yang ia bisa lakukan.
Menjadi “Kaki dan Tangan” Tuhan
Kini, Nick Vujicic telah berkeliling dunia untuk membagikan Injil dan motivasi. Ia telah berbicara di hadapan jutaan orang, mulai dari narapidana hingga pemimpin negara. Ia menunjukkan bahwa meskipun ia tidak bisa memegang tangan orang lain, ia bisa memegang hati mereka melalui pesan harapan yang ia bawa. Kehidupannya adalah bukti nyata bahwa jika Tuhan bisa memakai seorang pria tanpa anggota tubuh yang lengkap untuk mengguncang dunia, maka Tuhan juga pasti punya rencana yang dahsyat bagi Anda.
Refleksi untuk Kita di alunea.id
Nick sering berkata, “Jika Tuhan tidak memberi Anda mukjizat berupa kesembuhan fisik, mungkin Dia ingin Anda menjadi mukjizat bagi orang lain.” Seringkali kita di alunea.id merasa tidak mampu melayani karena merasa “kurang” dalam hal materi, bakat, atau keberanian. Namun kisah Nick Vujicic mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak mencari kemampuan kita, melainkan ketersediaan kita. Mari kita serahkan segala keterbatasan kita kepada Tuhan Yesus Kristus hari ini, dan lihatlah bagaimana Dia mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan yang menginspirasi sesama.




