Logo ← Beranda



Di Mana yang Sembilan Orang Itu? (Lukas 17:17)

 10 Januari 2026 • Renungan Harian, Syukur, Lukas 17, Mukjizat, Kasih Tuhan, Terima Kasih
Lalu Yesus berkata: 'Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?'
— Lukas 17:17
Pembuka
Sering kali dalam hidup ini, kita sangat bersemangat saat memohon bantuan kepada Tuhan Yesus Kristus ketika menghadapi kesulitan. Kita berdoa dengan tekun saat membutuhkan pekerjaan, kesembuhan, atau jalan keluar dari masalah. Namun, ironisnya, setelah pertolongan itu datang, banyak dari kita yang lupa untuk kembali dan berlutut mengucap syukur. Kisah sepuluh orang kusta dalam Lukas 17 memberikan teguran lembut bagi kita semua. Dari sepuluh orang yang disembuhkan, hanya satu orang—dan ia adalah seorang Samaria—yang kembali untuk memuliakan Allah. Pertanyaan Yesus, "Di manakah yang sembilan orang itu?", bukan berarti Ia haus akan pujian, melainkan Ia menyayangkan mereka yang hanya menikmati berkat-Nya tanpa memedulikan Sang Pemberi Berkat.
Inti Renungan
Bersyukur adalah tindakan iman yang melengkapi sebuah mukjizat. Sepuluh orang tersebut mendapatkan kesembuhan fisik, tetapi hanya satu orang yang mendapatkan "keselamatan" secara utuh karena ia kembali kepada Yesus. Syukur mengubah perspektif kita dari apa yang kita terima menjadi siapa yang memberi. Di pertengahan bulan Januari ini, mungkin kita sudah menerima banyak "mukjizat kecil"—kesehatan yang terjaga, kecukupan makanan, atau kedamaian di tengah pekerjaan. Jangan sampai kita menjadi seperti sembilan orang lainnya yang langsung pergi setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hati yang bersyukur adalah tanah yang subur bagi pertumbuhan rohani yang lebih dalam. Tanpa syukur, mukjizat hanya menjadi peristiwa medis atau kebetulan belaka; dengan syukur, mukjizat menjadi pintu gerbang menuju pengenalan akan Allah Bapa yang lebih intim.
Ayat Pendukung
1 Tesalonika 5:18: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
Aplikasi
Mari kita evaluasi diri hari ini. Adakah doa-doa Anda di awal tahun ini yang sudah dijawab oleh Tuhan namun belum Anda syukuri secara khusus? Jangan biarkan kebaikan Tuhan Yesus Kristus lewat begitu saja tanpa pengakuan dari mulut dan hati Anda. Luangkan waktu sejenak untuk berhenti dari kesibukan Anda, dan katakanlah "Terima kasih, Tuhan" untuk hal-hal yang mungkin terlihat sepele namun merupakan bukti penyertaan-Nya. Jadikan syukur sebagai gaya hidup, bukan sekadar respons sesaat. Ketika kita terbiasa kembali kepada kaki Yesus untuk bersyukur, kita akan menemukan bahwa damai sejahtera-Nya akan menjaga hati kita tetap tenang, apa pun tantangan yang akan muncul di hari-hari mendatang.
Doa Penutup
Ya Allah Bapa yang penuh kemurahan, kami bersyukur atas setiap kebaikan dan mukjizat-Mu dalam hidup kami. Ampunilah kami jika kami sering kali lupa berterima kasih dan hanya datang kepada-Mu saat membutuhkan sesuatu. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang tahu bersyukur, seperti orang Samaria itu. Kami mau memuliakan nama-Mu, Tuhan Yesus, atas setiap berkat yang kami terima hari ini. Biarlah hidup kami senantiasa memancarkan syukur yang menjadi kesaksian bagi sesama. Amin.
✍️ Alunea
Sebarkan Kasih
Simpan renungan untuk di baca nanti.
 Simpan sebagai PDF
© 2025 Alunea.ID. All Rights Reserved.