Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
— Daniel 6:11
Pembuka
Memasuki hari kesembilan di tahun 2026, tekanan dari dunia kerja atau lingkungan sosial mungkin mulai mencoba mengikis prinsip-prinsip iman kita. Sering kali, kita merasa lebih mudah untuk mengikuti arus dunia daripada mempertahankan integritas sebagai pengikut Kristus. Namun, Alkitab menyajikan sosok Daniel sebagai teladan keteguhan hati yang luar biasa. Di tengah lingkungan Babel yang asing dan penuh tekanan politik, Daniel tidak membiarkan dunia membentuk dirinya. Sebaliknya, ia tetap berpijak pada identitasnya sebagai anak Allah. Rahasia kekuatannya bukan terletak pada keberanian fisik, melainkan pada disiplin rohani yang ia bangun jauh sebelum krisis itu datang menerjang.
Inti Renungan
Kehebatan Daniel bukan hanya saat ia selamat dari gua singa, tetapi pada rutinitasnya yang konsisten: "seperti yang biasa dilakukannya". Daniel memiliki kebiasaan berdoa tiga kali sehari, menghadap ke Yerusalem, memuji Allah Bapa bahkan saat ia tahu bahwa surat perintah hukuman mati telah ditandatangani. Baginya, hubungan dengan Tuhan jauh lebih berharga daripada nyawanya sendiri. Kesetiaan Daniel menunjukkan bahwa iman sejati tidak bergantung pada situasi yang menguntungkan. Di tahun yang baru ini, kita dipanggil untuk memiliki "iman yang biasa dilakukan"—sebuah iman yang dipupuk melalui doa dan pembacaan Firman setiap hari, sehingga saat badai tekanan datang, akar rohani kita sudah cukup kuat untuk menopang kita tetap berdiri tegak.
Ayat Pendukung
Matius 10:22: "Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."
Aplikasi
Adakah aspek dalam hidup Anda saat ini di mana Anda merasa tergoda untuk mengompromikan iman demi kenyamanan atau penerimaan orang lain? Mari kita belajar dari Daniel untuk tidak menghentikan "kebiasaan baik" kita hanya karena ancaman atau tekanan lingkungan. Mulailah tahun 2026 ini dengan membangun disiplin doa dan ibadah yang tak tergoyahkan. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak pernah meninggalkan orang yang berani berdiri bagi kebenaran-Nya. Ketika Anda setia melakukan apa yang benar di mata Allah Bapa, Anda tidak perlu takut akan singa-singa masalah yang mengaum di hadapan Anda, karena Sang Singa dari Yehuda sedang berjaga di samping Anda untuk memberikan kemenangan.
Doa Penutup
Ya Tuhan Yesus Kristus, berikanlah kami hati yang teguh seperti Daniel. Ajarlah kami untuk tetap setia menyembah-Mu dan memegang integritas iman kami, bahkan di tengah arus dunia yang berlawanan. Ampunilah kami jika kami sering kali takut akan penilaian manusia daripada takut akan Engkau. Biarlah melalui disiplin rohani kami setiap hari, nama-Mu dipermuliakan dan hidup kami menjadi kesaksian akan kemahakuasaan Allah Bapa. Amin.
✍️ Alunea
← Beranda