Logo ← Beranda



Menyembah dalam Roh dan Kebenaran (Yohanes 4:23-24)

 11 Januari 2026 • Renungan Harian, Ibadah, Yohanes 4, Roh dan Kebenaran, Penyembahan, Hari Minggu
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
— Yohanes 4:23
Pembuka
Hari Minggu sering kali kita maknai sebagai hari untuk pergi ke gereja dan menjalankan rutinitas ibadah. Namun, di tengah nyanyian pujian dan liturgi, pernahkah kita bertanya apa sebenarnya yang sedang Allah Bapa cari dari kita? Percakapan Tuhan Yesus Kristus dengan perempuan Samaria di dekat sumur Yakub mengungkapkan sebuah rahasia besar tentang ibadah. Allah tidak sedang mencari kemegahan gedung, kualitas musik yang sempurna, atau pakaian yang paling bagus. Yang Ia cari adalah "penyembah-penyembah benar"—mereka yang datang dengan hati yang terbuka, jujur, dan selaras dengan kehendak-Nya.
Inti Renungan
Menyembah dalam "Roh" berarti ibadah kita haruslah hidup dan berasal dari kedalaman batin yang digerakkan oleh Roh Kudus, bukan sekadar kewajiban agama yang kering. Ini adalah koneksi spiritual antara roh kita dengan Roh Allah. Sementara itu, menyembah dalam "Kebenaran" berarti ibadah kita harus didasarkan pada pengenalan yang benar akan siapa Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Alkitab. Tanpa roh, ibadah kita menjadi legalisme yang kaku; tanpa kebenaran, ibadah kita menjadi sekadar emosi yang tanpa dasar. Allah Bapa merindukan integritas di mana apa yang kita nyanyikan di gereja sama dengan apa yang kita hidupi di rumah dan di tempat kerja. Ibadah sejati adalah ketika seluruh hidup kita menjadi "mezbah" bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.
Ayat Pendukung
Roma 12:1: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."
Aplikasi
Hari ini, saat Anda beribadah di gereja atau di rumah, periksalah motivasi hati Anda. Jangan biarkan pikiran Anda melayang pada daftar pekerjaan esok hari atau masalah yang belum selesai. Fokuskanlah seluruh keberadaan Anda kepada Tuhan Yesus Kristus. Katakan kepada-Nya bahwa Anda datang bukan karena kebiasaan, melainkan karena Anda sungguh-sungguh haus akan hadirat-Nya. Jadikanlah setiap lirik lagu dan setiap doa sebagai ungkapan kasih yang jujur kepada Allah Bapa. Ingatlah bahwa ibadah Anda tidak berakhir saat pendeta mengucapkan berkat penutup; ibadah Anda berlanjut besok pagi saat Anda memilih untuk jujur, sabar, dan mengasihi sesama di tengah dunia.
Doa Penutup
Ya Allah Bapa, kami datang ke hadapan-Mu dengan kerendahan hati. Terima kasih karena Engkau mengizinkan kami untuk menyembah-Mu. Ampunilah kami jika sering kali ibadah kami hanya sebatas kata-kata di bibir tanpa melibatkan hati yang hancur dan tulus. Roh Kudus, pimpinlah kami untuk selalu menyembah dalam roh dan kebenaran. Biarlah hidup kami di tahun yang baru ini menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan Yesus Kristus. Amin.
✍️ Alunea
Sebarkan Kasih
Simpan renungan untuk di baca nanti.
 Simpan sebagai PDF
© 2025 Alunea.ID. All Rights Reserved.