Logo ← Beranda



Menanti dengan Harapan yang Pasti (Mazmur 130:5)

 14 Januari 2026 • Renungan Harian, Harapan, Mazmur 130, Menanti Tuhan, Kesabaran, Iman
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
— Mazmur 130:5
Pembuka
Memasuki pertengahan Januari, sebagian dari kita mungkin mulai merasa gelisah. Mungkin ada rencana yang belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, atau doa-doa awal tahun yang seolah-olah belum didengar oleh Allah Bapa. Menunggu sering kali menjadi ujian iman yang paling berat bagi manusia yang terbiasa dengan segala sesuatu yang serba instan. Namun, pemazmur memberikan kita sebuah perspektif yang berbeda tentang masa penantian. Menanti-nantikan Tuhan bukanlah sebuah aktivitas pasif yang penuh keluhan, melainkan sebuah sikap aktif dari jiwa yang berlabuh pada satu kepastian: yaitu Firman-Nya.
Inti Renungan
Dalam Mazmur 130:5, ada perbedaan antara sekadar menunggu waktu berlalu dengan "jiwa yang menanti-nanti". Penantian yang alkitabiah adalah penantian yang disertai dengan harapan. Dasar dari harapan ini bukanlah situasi yang terlihat di depan mata, melainkan karakter Allah Bapa yang setia. Ketika kita mengharapkan Firman-Nya, kita sedang mempercayai janji-janji Tuhan Yesus Kristus lebih daripada keraguan kita sendiri. Masa penantian sering kali merupakan cara Tuhan untuk memurnikan motivasi kita dan memperkuat otot-otot rohani kita. Di saat kita diam menanti, Tuhan sebenarnya sedang bekerja di balik layar untuk mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kita minta.
Ayat Pendukung
Yesaya 40:31: "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."
Aplikasi
Apa yang sedang Anda nantikan hari ini? Apakah itu kesembuhan, pemulihan hubungan, atau pintu berkat dalam pekerjaan? Jangan biarkan masa penantian ini membuat Anda tawar hati. Alih-alih menghitung hari dengan kecemasan, mulailah mengisi waktu menanti Anda dengan merenungkan Firman Tuhan. Katakan pada jiwa Anda: "Tuhan sedang bekerja, dan janji-Nya ya dan amin." Ingatlah bahwa waktu Tuhan tidak pernah terlambat, namun juga jarang sekali terburu-buru menurut standar kita. Tetaplah setia dalam perkara-perkara kecil yang ada di tangan Anda sekarang, sementara Anda menaruh harapan penuh pada kesetiaan Allah Bapa yang tidak pernah mengecewakan.
Doa Penutup
Ya Allah Bapa, ajarlah kami untuk menanti-Mu dengan hati yang tenang. Kami mengaku bahwa sering kali kami tidak sabar dan ingin mengatur segala sesuatu menurut kemauan kami. Roh Kudus, penuhilah jiwa kami dengan pengharapan yang teguh pada Firman-Mu. Kami percaya bahwa setiap janji Tuhan Yesus Kristus akan digenapi pada waktu-Nya yang paling indah. Berikan kami kekuatan untuk tetap setia dan bersyukur dalam masa penantian kami. Amin.
✍️ Alunea
Sebarkan Kasih
Simpan renungan untuk di baca nanti.
 Simpan sebagai PDF
© 2025 Alunea.ID. All Rights Reserved.