Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
— Markus 10:45
Pembuka
Saat kita memulai aktivitas di minggu yang baru ini, sering kali pikiran kita dipenuhi oleh target, tenggat waktu, dan beban tanggung jawab. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: "Untuk siapa sebenarnya aku melakukan semua ini?" Tuhan Yesus Kristus memberikan teladan yang sangat radikal bagi dunia yang haus akan kekuasaan dan posisi. Ia, Sang Raja di atas segala raja, mendefinisikan diri-Nya sebagai seorang pelayan. Jika Juru Selamat kita datang untuk melayani, maka setiap pekerjaan yang kita lakukan di tahun 2026 ini—sekecil apa pun itu—memiliki nilai kekal jika dilakukan dengan semangat pelayanan.
Inti Renungan
Melayani bukan hanya dilakukan di dalam gedung gereja atau selama kegiatan bakti sosial. Melayani adalah sebuah sikap hati. Ketika Anda melakukan pekerjaan kantor dengan jujur, Anda sedang melayani rekan kerja dan atasan Anda. Ketika Anda merawat keluarga dengan kasih, Anda sedang melayani mereka yang paling dekat dengan Anda. Allah Bapa menempatkan kita di posisi kita saat ini bukan tanpa alasan. Pekerjaan kita adalah "mimbar" kita. Saat kita memilih untuk membantu tanpa pamrih atau memberikan solusi dengan ramah, kita sedang memantulkan karakter Kristus kepada dunia. Pekerjaan yang dilakukan dengan semangat pelayanan akan terasa lebih ringan karena motivasinya bukan lagi sekadar validasi manusia, melainkan perkenanan Tuhan.
Ayat Pendukung
Galatia 5:13b: "Tetapi layanilah seorang akan yang lain oleh kasih."
Aplikasi
Hari ini, tantanglah diri Anda untuk melakukan satu tindakan pelayanan tambahan di tempat Anda beraktivitas. Mungkin itu membantu rekan kerja yang sedang kesulitan, mendengarkan keluh kesah teman dengan sabar, atau sekadar membereskan sesuatu yang bukan tugas Anda tanpa mengeluh. Jadikanlah setiap langkah Anda hari ini sebagai doa yang hidup. Ingatlah bahwa saat Anda melayani orang lain dengan tulus, Anda sebenarnya sedang melakukannya untuk Tuhan Yesus Kristus sendiri. Mari kita bawa semangat "Alunea" (yang tenang dan meneduhkan) ke tempat kerja kita, sehingga kehadiran kita menjadi kesaksian akan kasih Allah yang nyata.
Doa Penutup
Ya Allah Bapa, terima kasih atas kesempatan untuk bekerja dan beraktivitas kembali di minggu ini. Ampunilah kami jika kami sering bekerja dengan hati yang egois dan hanya ingin dilayani. Roh Kudus, pimpinlah kami agar hari ini kami dapat memiliki hati seorang pelayan seperti Tuhan Yesus. Biarlah melalui pekerjaan dan tindakan kami, orang lain dapat merasakan kasih dan kehadiran-Mu. Amin.
✍️ Alunea
← Beranda