Karena katanya dalam hatinya: 'Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh.'
— Matius 9:21
Pembuka
Selamat hari Minggu! Di hari perhentian ini, mungkin banyak dari kita datang ke hadirat Tuhan dengan membawa "pendarahan" dalam hidup kita—bisa berupa luka hati yang tidak kunjung sembuh, masalah keuangan yang menguras energi, atau kekosongan jiwa yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Terkadang kita merasa terlalu malu atau terlalu kecil untuk mendekat kepada Tuhan. Namun, kisah seorang perempuan di dalam Injil Matius memberikan sebuah perspektif yang sangat meneduhkan: Tuhan Yesus Kristus tidak pernah terlalu sibuk bagi satu jiwa yang datang dengan iman yang tulus.
Inti Renungan
Perempuan ini telah menderita selama dua belas tahun. Ia telah menghabiskan segala miliknya namun keadaannya malah memburuk. Secara hukum agama saat itu, ia dianggap "najis" dan tidak boleh berada di kerumunan. Namun, imannya mengalahkan rasa malunya. Ia tidak membutuhkan upacara besar atau perhatian publik; ia hanya percaya bahwa sentuhan kecil pada ujung jubah Yesus sudah cukup. Sering kali kita merasa perlu melakukan hal-hal besar untuk menyenangkan Tuhan, padahal yang Ia inginkan hanyalah hati yang benar-benar percaya. Iman yang menyentuh hati Tuhan adalah iman yang berkata, "Tuhan, aku tidak berdaya, tapi aku tahu Engkau sanggup."
Ayat Pendukung
Ibrani 11:1: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Aplikasi
Apa yang sedang Anda perjuangkan di minggu keempat Januari ini? Jangan biarkan masa lalu atau penilaian orang lain menghalangi Anda untuk datang kepada Tuhan Yesus Kristus hari ini. Dalam ibadah Minggu Anda, beranikanlah diri untuk "menyentuh jubah-Nya" melalui doa yang jujur dan penyembahan yang tulus. Percayalah bahwa kuasa-Nya tetap sama, dahulu, sekarang, dan selama-lamanya. Di alunea.id, kita belajar bahwa pemulihan sejati dimulai saat kita melepaskan kendali dan menaruh seluruh harapan kita pada anugerah Allah Bapa.
Doa Penutup
Ya Tuhan Yesus Kristus, kami datang kepada-Mu hari ini dengan segala kelemahan kami. Kami percaya bahwa di dalam Engkau ada kesembuhan dan pemulihan yang sempurna. Berikanlah kami iman yang gigih seperti perempuan itu, yang tidak menyerah pada keadaan. Biarlah melalui persekutuan kami hari ini, kami merasakan sentuhan kasih-Mu yang mengubah hidup. Terima kasih Allah Bapa, atas janji-Mu yang setia. Amin.
✍️ Alunea
← Beranda