Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
— 1 Raja-raja 19:12
Pembuka
Saat kita memulai minggu yang baru ini, dunia di sekitar kita mulai berteriak. Ada suara tuntutan pekerjaan, berita yang mencemaskan, hingga kebisingan di media sosial. Kita sering kali berharap Tuhan berbicara kepada kita melalui tanda-tanda besar yang spektakuler—seperti angin ribut, gempa bumi, atau api yang dahsyat. Namun, pengalaman Nabi Elia di Gunung Horeb mengajarkan kita sesuatu yang sangat penting: sering kali, Allah Bapa memilih untuk hadir dan berbicara dalam "bunyi angin sepoi-sepoi basa" atau suara yang lembut dan halus.
Inti Renungan
Mengapa Tuhan memilih suara yang lembut? Karena suara lembut menuntut kita untuk mendekat dan benar-benar memperhatikan. Tuhan Yesus Kristus ingin kita memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, bukan sekadar hubungan yang berdasarkan fenomena luar. Jika kita terlalu sibuk dengan kegaduhan pikiran kita sendiri, kita akan melewatkan tuntunan-Nya yang berharga. Suara Tuhan sering kali berupa damai sejahtera di hati, sebuah ayat Alkitab yang tiba-tiba teringat, atau dorongan batin yang kudus untuk melakukan kebaikan. Kuncinya bukan pada seberapa keras Tuhan berbicara, tetapi seberapa peka telinga rohani kita untuk mendengar.
Ayat Pendukung
Yohanes 10:27: "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku."
Aplikasi
Di tengah kesibukan Selasa ini, cobalah untuk menciptakan "ruang hening" di dalam hati Anda. Sebelum mengambil keputusan besar atau menanggapi masalah yang muncul, berhentilah sejenak dan bertanyalah, "Tuhan, apa yang ingin Engkau katakan kepadaku?" Jangan biarkan hiruk-pikuk dunia menulikan telinga rohani Anda. Mari kita di Alunea belajar bahwa kekuatan terbesar kita hari ini bukan terletak pada seberapa keras kita bekerja, melainkan pada seberapa dekat kita berjalan bersama Tuhan Yesus dan mendengarkan bisikan hikmat-Nya.
Doa Penutup
Ya Allah Bapa, terima kasih atas tuntunan-Mu yang tidak pernah gagal. Ampunilah kami jika kami sering kali terlalu sibuk untuk mendengar suara-Mu. Roh Kudus, lembutkanlah hati dan tajamkanlah pendengaran rohani kami. Biarlah di tengah riuhnya pekerjaan kami hari ini, kami tetap dapat mendengar bisikan-Mu yang menuntun langkah kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Gembala Baik, kami berdoa. Amin.
✍️ Alunea
← Beranda