Upah Kekal (Bema Seat): Motivasi untuk Pelayanan yang Setia

Penghakiman yang Berbeda
Dalam eskatologi Kristen, sering terjadi kebingungan antara dua jenis penghakiman. Kita tahu bahwa keselamatan kita dijamin oleh darah Tuhan Yesus Kristus (Roma 8:1), tetapi Alkitab juga berbicara tentang penghakiman khusus bagi orang percaya. Inilah yang disebut Kursi Penghakiman Kristus atau Bema Seat (diambil dari kata Yunani bēma yang berarti mimbar atau tempat duduk hakim). Ini bukan pengadilan untuk menentukan apakah kita masuk Surga atau tidak—karena itu sudah dipastikan oleh iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus—tetapi ini adalah evaluasi pelayanan kita. Tujuannya adalah untuk menerima upah atau mahkota berdasarkan kesetiaan kita.
Kualitas Bahan Bangunan
Rasul Paulus menjelaskan Bema Seat dengan analogi tukang bangunan (1 Korintus 3:12-15). Setelah kita meletakkan dasar (iman dalam Tuhan Yesus Kristus), kita membangun di atasnya dengan berbagai bahan:
- Bahan Berharga (Emas, Perak, Batu Permata): Ini melambangkan pelayanan yang dilakukan dengan motif yang murni, dengan kasih Agape, dan oleh kuasa Roh Kudus—pelayanan yang berfokus pada kemuliaan Allah Bapa.
- Bahan yang Tidak Berharga (Kayu, Rumput Kering, Jerami): Ini melambangkan pelayanan yang didorong oleh motif egois, kesombongan, atau dilakukan dengan kekuatan manusia.
Pada Bema Seat, pekerjaan kita akan diuji dengan api. Bahan yang tidak berharga akan habis terbakar, dan sang pekerja akan menderita kerugian (loss of reward), meskipun ia sendiri akan diselamatkan. Bahan yang berharga akan bertahan, dan pekerja itu akan menerima upah. Intinya, Allah Bapa tidak menguji berapa banyak yang kita lakukan, tetapi kualitas dan motif kita dalam melakukan pekerjaan itu.
Mahkota-Mahkota Kemuliaan
Alkitab menyebutkan beberapa jenis mahkota yang akan diberikan, yang semuanya melambangkan kehormatan dan pengakuan dari Tuhan Yesus Kristus (misalnya, mahkota kebenaran, mahkota kehidupan, mahkota kemuliaan). Mahkota-mahkota ini bukan hadiah utama (hadiah utama adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri), tetapi merupakan pengakuan publik atas kesetiaan kita. Tradisi sering mengajarkan bahwa mahkota-mahkota ini kemudian akan dilemparkan kembali di kaki Tuhan Yesus Kristus, menunjukkan bahwa satu-satunya tujuan dari upah itu adalah untuk memuliakan Raja kita.
Pelayanan yang Berorientasi Kekal
Pemahaman tentang Bema Seat seharusnya tidak menimbulkan ketakutan (kecuali bagi mereka yang tidak memiliki dasar iman), melainkan motivasi yang kudus. Ini menantang kita untuk:
- Periksa Motif: Mengapa Anda melayani? Apakah untuk pujian manusia atau kemuliaan Allah Bapa?
- Prioritaskan Kualitas: Utamakan kualitas dan integritas dalam pelayanan Anda, bahkan dalam hal-hal kecil, daripada kuantitas atau popularitas.
- Hidup dengan Kesadaran: Jalani hari ini dengan kesadaran bahwa setiap tindakan yang didorong oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah investasi yang tidak akan pernah hilang.




