Teologi Kerja: Mengapa Pekerjaan Anda Adalah Panggilan Suci?

Mitos Sakral vs Sekuler
Sering kali muncul pemikiran keliru bahwa “pelayanan” hanya terjadi di dalam gedung gereja. Pekerjaan seperti akuntan, guru, pedagang, atau ibu rumah tangga sering dianggap sebagai hal “sekuler” yang kurang bernilai rohani dibandingkan menjadi pendeta. Namun, Alkitab menunjukkan hal yang sangat berbeda. Allah Bapa adalah seorang pekerja; Ia menciptakan dunia, memeliharanya, dan bahkan Tuhan Yesus sendiri bekerja sebagai tukang kayu selama puluhan tahun sebelum memulai pelayanan publik-Nya. Tidak ada pemisahan antara sakral dan sekuler di dalam teologi kerja bagi mereka yang hidup di dalam Kristus.
Kerja Sebagai Mandat Budaya
Sejak di taman Eden, manusia diberikan mandat untuk mengusahakan dan memelihara bumi. Ini berarti kerja adalah bagian dari martabat manusia, bukan kutukan. Kutukan hanya membuat kerja menjadi sulit dan penuh duri, tetapi esensi kerja itu sendiri tetap suci. Saat kita bekerja dengan benar, kita sedang:
- Menjadi Rekan Sekerja Allah: Mengelola sumber daya yang Tuhan berikan untuk kebaikan sesama.
- Menyediakan Kebutuhan: Menggunakan berkat hasil kerja untuk menopang keluarga dan membantu mereka yang berkekurangan.
- Menjadi Garam dan Terang: Tempat kerja adalah ladang misi terbesar di mana integritas kita diuji setiap hari.
Menemukan Makna di Balik Rutinitas
Banyak orang merasa pekerjaannya sia-sia karena tidak langsung terlihat “rohani”. Namun, teologi kerja mengajarkan bahwa setiap pekerjaan yang halal yang dilakukan untuk kemuliaan Allah adalah pelayanan yang sah. Seorang dokter yang menyembuhkan, seorang teknisi yang memperbaiki, hingga seorang petugas kebersihan yang menjaga keteraturan—semuanya sedang mencerminkan sifat Allah yang memulihkan dan mengatur alam semesta.
Refleksi Senin untuk Alunea
Di alunea.id, kita ingin menanamkan wawasan teologi kerja bahwa Anda tidak perlu berhenti bekerja untuk melayani Tuhan. Pekerjaan Anda adalah pelayanan Anda. Di minggu kedua Februari 2026 ini, mari kita hapus batasan antara “hari Minggu di gereja” dan “hari Senin di kantor”. Bawalah damai sejahtera Roh Kudus ke dalam ruang rapat, ke dalam pasar, dan ke dalam setiap interaksi profesional Anda. Karena di mana pun Anda berada, Anda adalah duta Kristus yang sedang menjalankan panggilan suci-Nya.




